Terkait dengan maraknya peristiwa
pembunuhan yang dilakukan terhadap anak usia dini yang baru-baru ini dilakukan
kepada anak bernama Angeline, yakni anak angkat yang diasuh oleh ibu tirinya di
Bali. Usia anak-anak harusnya bermain dan belajar dengan penuh keceriaan dan
kebahagiaan menjadi hal langka yang dialaminya. Lebih lagi, dia harus
mengerjakan pekerjaan rumah yang sangat menyita waktunya. Menurut para
tetangga, Angeline merupakan anak yang kecil dan kurus. Entah itu karena memang
tubuhnya kecil atau karena sedikit makan. Namun, dugaan itu terungkap dengan
adanya saksi dalam kasus ini yang menyatakan bahwa selain disuruh melakukan
pekerjaan rumah, angeline kerap kali tidak diberi makan.
Ketika kasus ini terungkap sebab ibu
tiri melaporkan berita kehilangan kepada pihak yang berwajib, hingga diketahui
bahwa terdapat jasad di area rumahnya. Banyak sekali pihak yang mengungkapkan
keprihatinan atas peristiwa itu. Karangan bunga dan juga mainan anak banyak
dipampang didepan tempat kejadian peristiwa dan juga di rumah sakit tempat
diotopsinya jenazah. Hasil otopsi menyatakan bahwa ada beberapa luka pukul baik
karena benda hingga cekikan di leher yang menghasilkan kesimpulan bahwa jasad
diduga meninggal karena memang ada motif pembunuhan.
Hal ini tentu mengundang banyak
orang yang menyayangkan kejadian ini, seperti hal acara yang dilakukan anak PGRA UINSA dalam rangka prihatin Angeline. dan semoga peristiwa serupa tidak akan pernah terulang kembali.Amin
0 komentar:
Posting Komentar